Membaca Garis Tangan



Ada yang percaya ramalan? 

Saya tidak.  

Tapi saya percaya dengan orang-orang yang bisa melihat aura, melihat energi manusia atau benda seperti yang para indigo lakukan.

Jadi ceritanya, saat sedang scrolling timeline twitter, saya melihat tweet dari orang yang bisa membaca garis tangan hanya dengan mengirimkan foto telapak tangan. 

Penasaran dong. Karena waktu kecil juga pernah diramal oleh teman dengan melihat telapak tangan. Teman saya bilang dia melihat garis tangan saya ada huruf  'M' yang berarti MISKIN. 

"Masa depan kamu MISKIN. Hahah..."

Saya tau dia cuma bercanda. 

TAPI KENAPA DI MASA DEPAN, SAYA TERNYATA BENERAN MISKIN YA ALLAH!!!! Itu kan becanda. :(

Karena itu, makanya tertarik untuk membaca garis tangan lagi, mungkin saja setelah 20 tahun garis tangan saya berubah jadi 'KSTT" yang artinya KAYA SAMPE TUJUH TURUNAN!.

Ngirimlah foto telapak tangan...


Ngirimnya gak pakai akun asli. Tapi pakai akun twitwar khusus K-POP. Jadi orang ini bahkan gak tau saya cwk atau cwk. Di akun yang saya pakai tidak ada informasi yang bisa didapatkan di internet atau sosial media sebagai bahan referensinya.

Sebenarnya lebih ngetes aja, orang ini beneran bisa gak. 

5 menit...

15 menit...

1 Jam... baru dibales.




Respon pertama baca ini adalah buka pengaturan twitter - nonaktifkan akun - uninstall twitter! 

INTERNET TIDAK AMAN LAGI SAUDARA-SAUDARA!!!!! TIDAK ADA LAGI YANG BISA MENYIMPAN RAHASIA!!!! ILLUMINATI TELAH MENGETAHUI DATA DAN KEPRIBADIAN KITA!!! 

Di awal beneran kaget, tapi 5 menit kemudian jadi biasa aja. Ini seperti zaman dulu membaca ramalan bintang di majalah.

"VIRGO: Kamu anaknya selalu peduli teman, disaat temanmu terjatuh kamu langsung menolongnya dan menertawakannya dalam hati."

Jadi yang disampaikan sebenarnya hal-hal umum saja, lagipula kepribadian manusia itu umumnya dibagi ke ekstrovert dan introvert. Jadi cukup mudah untuk mengklasifikasi kepribadian orang, cukup dengan lihat aktivitas sosmednya aja.

Dalam kasus diatas, saya emang gak pakai akun asli dan gak ada informasi. Tapi siapa yang tahu dia melacaknya dari foto yang saya kirimkan. Dan ketika dia tahu saya mengambil foto menggunakan xiaomi dia sudah menyimpulkan saya sebagai orang yang gak begitu menonjol karena malu hp nya xiaomi. :(

Belum lagi pas di foto itu ada laptop saya ACER keluaran lama. Kesimpulannya saya belum bisa nentuin gimana kedepannya. Laptop aja gak ganti-ganti.

Saya malah tertarik di bagian akhir yang di bilang aura saya gelap. Saya chat lagi...

"Aura gelap maksudnya apa ya? ada yang ngikutin gitu?"

"Iya."

Seketika merinding.

"Yang ngikutin sejenis pocong kah?kuntilanak? gendoruwo?"

"Bukan. Masa depan gelap mengikutimu."

bgst.






Lebih Personal dan Menjadi Bebas




Rumah baru dan cerita baru. Eh mungkin gak dengan cerita baru juga, rumahnya aja yang baru, orangnya kan masih sama. Cerita barunya mungkin, saya yang baru saja memindahkan blog dari wordpress ke blogspot. Ya, disaat orang lain memilih memindahkan blognya dari blogspot ke wordpress karena bisa dapat akses yang lebih, saya melakukan sebaliknya.

Di awal ngeblog saya memakai blogspot, tapi karena pusing dengan segala tetek-bengek desain yang membuat blog saya pada waktu itu seperti pasar karena banyak banget widget yang dipakai, gonta-ganti template karena iri dengan blog teman-teman lain kok bagus banget ya.

Akhirnya saya pindah ke wordpress gratisan yang tidak perlu banyak modifikasi tema karena sudah disediakan dan tinggal pilih. Saya mungkin tipe orang yang tidak terlalu suka diberi banyak pilihan karena hanya akan bikin pusing, memakai wordpress pada waktu itu menurut saya membatasi pilihan jadi bisa fokus ke menulis saja.

Tahun ini sebenarnya masuk tahun ke-7 umur blog saya di wordpress dengan lebih dari 200 postingan. Tapi akhirnya pindah lagi ke blogspot karena di wordpress saya tiap tahunnya harus membeli paket yang disediakan yang makin tahun-makin mahal, di 2015 pertama kali saya berlangganan harganya masih 200 ribuan per tahun, sekarang malah jadi 800 ribuan per tahun.

Saya bukan mikir gimana bayarnya, cuma mikir ini masih worth it gak ya bayar segitu untuk blog yang beberapa bulan terakhir tak pernah saya update lagi. Ini kayak beli barang tapi gak pernah dipake, ditinggalin aja gitu di lemari. Dan memang, tadinya sempat terpikir mau berhenti saja ngeblog, tapi belum nemu alasan yang kuat aja. Haha.

Karena kelamaan mikir, saya memilih untuk menyelamakan domain eparamata.com dulu. Urusan mau lanjut ngeblog atau tidak, saya punya waktu setahun untuk memikirkannya. Kenapa domainnya dulu diselamatkan? karena di banyak akun sosial media yang saya punya, termasuk email saya, username yang saya pakai itu eparamata, jadi kalo punya web dengan nama sama bagus aja kelihatannya. Oke ini emang gak penting tapi kalo ditulis di CV kan bagus kelihatannya. ya kan? oke gak penting ya. sip.

Di waktu mikir mau lanjut ngeblog atau nggak, saya malah bikin blog baru ini. Hadehhh.

Lebih personal dan Menjadi bebas

Saya sebenarnya gak berhenti menulis, saya masih menulis di tumblr, sekedar mengeluarkan sampah-sampah di kepala. Menulis adalah sebuah bentuk self-healing untuk saya yang sering overthinking dan sangat mudah dipengaruhi informasi atau orang lain, saya butuh ruang untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kebetulan saya nyamannya dengan cara menuliskan gagasan itu agar bisa memikirkannya kembali.

Saya bisa saja melanjutkan blog lama saya, mengekspor semua tulisan ke blog ini dan melanjutkan kembali. Tapi saya merasa di blog lama seperti kehilangan identitas, yang saya tulis terlalu random dengan banyaknya sponsored post yang asal terima yang penting dibayar, jadi gak jelas aja maunya blog itu apa.

Jadi saya buat saja yang baru, blog yang saya inginnya sih lebih personal dan lebih bebas. Kalo kemarin banyak mikir takut merusak niche blog (yang baru saya sadar nichenya juga gak jelas), sekarang menjadi blog yang ngomongin hal-hal personal atau kalaupun nulis ulasan tetap dari sudut pandang personal juga.

Kalo dipikir-pikir capek juga kalo mau bangun blog dari awal lagi, tapi untungnya saya mengambil nilai yang berbeda ketika memulai blog baru ini. Kalo dulu kayaknya pengen jadi ini-itu, dikenal sebagai ini-itu, jadinya kayak ada beban kalo gak update-update blog. Kalo sekarang lebih ke ingin bercerita aja.

Jadi, mari kita mulai cerita ini... :)